Like this ?

Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menim-bulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pem-baca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis. Kalimat sangat mengutamakan keefektifan iformasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin.

CIRI CIRI KALIMAT EFEKTIF
a.kesepadanan  struktur
b.keparalelan bentuk
c.ketegasan makna
d.kehematan kata
e.kecermatan penalaran
f.kepaduan gagasan, dan
g.kelogisan


a. Kesepadanan
Yang dimaksud dengan kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan yang baik.
  Kesepadanan kalimat itu memiliki ciri-ciri sbb.
1)  Kalimat itu mempunyai S dan P dengan jelas. Ketidakjelasan S dan P membuat kalimat tidak efektif

Contoh:
  Bagi semua mahasiswa STIKES harus segera membayar SPP (Salah).
  Semua mahasiswa STIKES harus segera membayar SPP (Benar)  
2) Tidak terdapat subjek yang ganda

Contoh:
a)Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen.
b)Soal itu saya kurang jelas.
Kalimat itu dapat diperbaiki sbb.
a)Dalam menyusun laporan itu saya dibantu oleh para dosen.
b)Soal itu bagi saya kurang jelas.
 
3)  Kata penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal

a)Kami datang terlambat. Sehingga tidak dapat  mengikuti acara pertama.
b)Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki.
Diperbaiki menjadi:
a)Kami datang terlambat sehingga tidak dapat mengikuti acara pertama.
b)Kakaknya membeli sepeda motor Honda, sedangkan dia ....
 
4) Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.

Contoh:
a)Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
b)Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Gunting.
Perbaikannya:
a) Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
b) Sekolah kami terletak di depan bioskop Gunting.
 

b. Keparalelan

Maksudnya adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu.
a)Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes.
b)Tahap akhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.
 

c. Ketegasan

Adalah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. Kalimat itu memberi penekanan atau penegasan pada  penonjolan itu.
1)Meletakkan kata yang ditonjolkan di depan kalimat.
Contoh:
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara dengan kmampuan yang ada pada dirinya.
Harapan Presiden ialah ....
 
1) Membuat urutan kata yang bertahap  

Contoh:
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah telah disumbangkan kepada ....
Seharusnya:
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah telah disumbangkan kepada ....
 
2) Melakukan pengulangan kata (repetisi)

Contoh:
Saya suka akan kegigihan mereka, saya suka akan keuletan meraka.
 
3) Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan

Contoh:
Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.
 
4) Mempergunakan partikel penekanan (penegasan)

Contoh:
Saudaralah yang bertanggung jawab.
 

d. Kehematan 

1)Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan S.
Contoh:
Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
Perbaikannya:
Karena  tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
 
1) Penghematan dilakukan dengan menghilangkan superordinat pada hiponim kata

Contoh:
Ia memakai baju warna merah.
Di mana engkau menangkap burung pipit itu?
Diperbaiki:
Ia memakai baju merah.
Di mana engkau menangkap pipit itu?
 
2) Penghematan dilakukan dengan menghindarkan kesinoniman dalam kalimat. 

Contoh:
Dia hanya membawa badannya saja.
Sejak dari pagi dia belum makan nasi.
Bapak Susanto dipersilakan maju ke depan.
 

f. Kepaduan

Yang dimaksud dengan kepaduan ialah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah.
Kalimat yang padu tidak bertele-tele.
Misalnya:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak ke luar dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab (Silakan perbaiki).
 

g. Kelogisan

Yang dimaksud dengan kelogisan adalah bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini.
a)Waktu dan tempat kami persilakan.
b)Untuk mempersingkat waktu kita teruskan acara ini.
c)Hermawan Susanto menduduki juara pertama Jepang Terbuka.
d)Mayat wanita yang ditemukan itu sebelumnya sering mondar-mandir di daerah tersebut.

           
 

EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN (EYD)

Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana antarhubungan antara lambang-lambang itu (pemisahan dan penggabungannya dalam suatu bahasa).
Secara teknis, ejaan adalah penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.
EYD
Diresmikan pada tgl. 16 Agustus 1972 oleh Presiden RI, berdasarkan Kepres No. 57, Tahun 1972.
EYD berbicara tentang: (1) Pemakaian huruf, (2) penulisan huruf, (3) penulisan kata, (4) penulisan unsur serapan, dan (5) pemakaian tanda baca.
 
1. Pemakaian Huruf 
Huruf  Nama
  A  a  a
  B  b  be—bukan bi
  C   c  ce—bukan se
  D  d  de—bukan di
  E  e  e—bukan i
  F  f  ef—bukan ep
  G  g  ge—bukab gi atau ji
  H  h  ha—bukan hah
  I  i  i
  J  j  je—bukan ji
  K  k  ka
  L  l  el
  M  m  em
  N  n  en
  O  o  o
  P  p  pe—bukan pi
  Q  q  ki—bukan kyu
  R  r  er
  S  s  es
  T  t  te—bukan ti
  U  u  u—bukan yu
  V  v  ve—bukan vi
  W  w  we—bukan wi
  X  x  eks—bukan ek
  Y  y  ye—bukan ey
  Z  z  zet

Akronim Asing
Dilafalkan seperti lafal aslinya.
Akronim  Lafal Baku  Lafal Tdk Baku
Unesco         Yunesko             Unesco
  Unicef         Yunisef               Unicef
Sea Games  Sigeims            Seagames
Persukuan
Akronim        Lafal Baku  Lafal Tdk Baku 
jalannya              jalan-nya          jala-nnya
temanya            tema-nya         teman-nya
susunannya       susun-an          susu-nan
kelahiran          kelahir-an         kelahi-ran
kutangisi          ku-tangisi          kutang-isi
bangkrut          bang-krut          bangk-rut
telegram           tele-gram          teleg-ram
mengakui         meng-akui        me-ngakui
 
 
 
Penulisan Kata 
Bentuk  Tidak Baku                Bentuk Baku
  memutar balikkan                   memutarbalikkan
  pemberi  tahuan                       pemberitahuan
  pertanggung  jawaban             pertanggungjawaban
  ketidak  adilan                          ketidakadilan
  kesimpang  siuran                    kesimpangsiuran
  dianak-tirikan                           dianaktirikan
  penyebar luasan                       penyebarluasan
  meguji-cobakan                        mengujicobakan
 
Kata asing   Serapan Salah  Serapan Benar
risk                    resiko                        risiko
system              sistim                        sistem
effective            efektip                      efektif
method             metoda                     metode
frequency         frekwensi                frekuensi
quality               kwalitas                   kualitas
kuitantie           kwitansi                   kuitansi
hypotesis          hipotesa                    hipotesis
analysis            analisa                       analisis
 
Penggunaan Tanda Baca
Tanda Titik
Benar                             Salah
W.S. Rendra                 Willibordus. S Rendra 
J.D. Parera                   Jos. D Parera
Anton M. Moeliono      Anton. M Moeliono
H.G. Tarigan                Henry. G Tarigan
S.T. Alisjahbana           Sutan. T Alisjahbana
N. S. Iskandar             Nur. Sutan Iskandar
●

DIKSI (Pilihan Kata)


Diksi (n) adalah pemilihan kata yang bermakna tepat dan selaras (cocok penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan dengan pokok pembicaraan, peristiwa, dan khalayak pembaca atau pendengar (KBBI, 1988: 205). 
ÒDalam Kamus Pelajar SLTA (2004: 162) yang diterbitkan Pusat Bahasa istilah diksi didefinisikan sebagai pemilihan kata yang tepat dalam berbahasa.
ÒOrang dikatakan mampu  berbahasa (tulis) jika mampu memilih kata secara tepat untuk mimindahkan pikiran dan perasaan ke dalam lambang, bahasa. Kata, dengan demikian sebagai menjadi modal utama seseorang ketika menulis (Sugihastuti, 2000: 75).
Sebuah kata akan mendukung terbentuk-nya kalimat efektif apabila kata itu memiliki kesanggupan untuk mewadahi gagasan yang akan diungkapkan penulis dengan tepat dan memiliki kesanggupan untuk menimbulkan kembali gagasan itu dengan tepat pula pada benak (pikiran dan atau perasaan) pembaca. Dalam kaitan itu, Keraf (1983) menyatakan bahwa pemilihan dan pendayagunaan kata mengacu pada kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulisnya. 
Kemampuan memilih kata merupakan salah satu bagian ke-mampuan menyusun kalimat efektif. Dalam berbahasa tulis, kemampuan memilih kata merupakan salah satu bagian kemampuan menyusun ka-limat dalam menulis.
    Berikut ini hal-hal yang berkaitan dengan diksi (pilihan kata)

1. Penggunaan kata dengan makna   yang tepat
 Contoh:
a.absen
b.bergeming
c.acuh: peduli, mengindahkan. Ia tidak __ akan larangan orang tuanya. Acuh tak acuh: tidak menaruh perhatian, tidak mau tahu. Mengacuhkan: memedulikan; mengindahkan
d.semena-mena (adv) sewenang-wenang; tidak berimbang; berat sebelah: Orang itu dibunuhnya dgn ˷. Akan tetapi, kata semena-mena selalu didahului kata tidak.
e.suka; f. Bebas parkir, (h) jam dan pukul, (i) sesuatu dan suatu
 
Contoh:
a.absen
b.bergeming
c.acuh: peduli, mengindahkan. Ia tidak __ akan larangan orang tuanya. Acuh tak acuh: tidak menaruh perhatian, tidak mau tahu. Mengacuhkan: memedulikan; mengindahkan
d.semena-mena (adv) sewenang-wenang; tidak berimbang; berat sebelah: Orang itu dibunuhnya dgn ˷. Akan tetapi, kata semena-mena selalu didahului kata tidak.
e.suka; f. Bebas parkir, (h) jam dan pukul, (i) sesuatu dan suatu
 
2. Penggunaan bentuk kata dengan makna yang tepat
 Contoh:
a.pendarahan atau perdarahan
b.pemukiman dan permukiman
c.pengarahan dan arahan
d.Pusat Pendidikan dan Latihan atau Pusat Pendidikan dan Pelatihan
e.langganan atau berlangganan
f.kebohongan publik atau pembohongan publik
 
g.(1) *Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman. Diperbaiki menjadi, (2) Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman, atau Semoga kekuatan iman diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.
h.(1) Kami telah menghindari kesulitan.
  (2) Kami telah menghindarkan kesuitan.

3. Penggunaan bentuk sinonim
 Sinonim (synonym) adalah bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk lain; kesamaan itu berlaku  bagi kata, kelompok kata, atau kalimat, walaupun umumnya yang dianggap sinonim hanyalah kata-kata saja (Kridalaksana, 2001: 198).
4. Kosa kata baku dan tak baku 
jadwal  jadual
praktik  praktek
atlet  atlit
apotek  apotik
antre  antri
Sistem  sistim
analisis  analisa
hipotesis  hipotesa
 

 

Komentar

☺ Thanks, udah berkunjung ☺