Like this ?

Rabu, 14 November 2012

DOKUMENTASI DI PERAWATAN JANGKA LAMA ( LTC )


Dokumentasi keperawatan
}  Dokumentasi keperawatan adalah suatu catatan yang dapat dibuktikan atau dijadikan bukti dari segala macam tuntutan, yang berisi data lengkap, nyata dan tercatat bukan hanya tentang tingkat kesakitan dari pasien, tetapi juga jenis / tipe, kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dalam memenuhi kebutuhan pasien. (Fisbach 1991)

Dokumentasi perawatan jangka panjang
Dokumentasi harus mengkomunikasikan dengan jelas proses pembuatan keputusan perawat, pengkajian, diagnosis, perencanaan, dan evaluasi. Termasuk respon pasien terhadap intervensi keperawatan. Dokumentasi keperawatan juga mencakup penyuluhan pasien dan keluarga, rencana pemulangan, serta faktor fisiologis dan psikologis. Dokumentasi digunakan untuk mengevaluasi dan merencanakan pelayanan serta untuk aktivitas perbaikan mutu, dan juga merupakan bagian penting dari penelitian ,sertifikasi dan ijin aktifitas dari peninjau eksternal.  Oleh karena itu dokumentasi harus lengkap, objektif, konsisten, dan akurat.
LONG TERM CARE (LTC)
}  Perawatan yang diberikan  untuk jangka waktu lama
}  Penghuni level ini butuh asuhan keperawatan rutin dan berkesinambungan dan pelayayan suportif lainnya
Populasi kelompok Long Term Care
a. Penduduk primer
  1. Populasi penduduk utama adalah lemah, sakit, tua, dan tidak mampu hidup mandiri.
  2. Penduduk memiliki penyakit kronis dan kerusakan fisik yang berkaitan dengan penuaan. Mereka membutuhkan layanan mendukung untuk mempertahankan kegiatan normal dari kehidupan sehari-hari.
  3. Penduduk memerlukan perawatan rutin, dokter, dan layanan kesehatan profesional.
  4.  Warga mengaku untuk penyembuhan atau untuk periode waktu yang berkepanjangan. Jangka panjang berulang-ulang dokumentasi perawatan kronis, diselingi dengan babak perubahan dalam status kesehatan, ciri dokumentasi perawatan untuk penduduk utama di sebuah lembaga LTC.

b. Penduduk sekunder
  1.  Populasi ini tinggal di fasilitas yang relatif lebih singkat. Orang-orang ini sering kali memiliki penyakit tertentu yang sepenuhnya atau beresiko selama masa pemulihannya.
  2. Program rehabilitasi kembali fokus pada individu-individu untuk pengaturan hidup mandiri.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar

☺ Thanks, udah berkunjung ☺